Jumat, 20 Desember 2013

INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI

INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI (TI)

INFRASTRUKTUR TEKNOLOGI INFORMASI (TI)

DEFINISI INFRASTRUKTUR TI

Insfrastruktur Teknologi Informasi (TI) didefinisikan sebagai sumber daya teknologi bersama yang menyedikan paltform untuk aflikasi sistem informasiperusahaan yang terperinci. Infrastruktur TI meliputi investasi dalam peranti keras, peranti lunak, dan layanan, seperti: konsultasi, pendidikan, dan pelatihan yang tersebar diseluruh perusahaan atau tersebar duselutuh unit bisnis dalam perusahaan. Dapat dijabarkan dengan:

a. Platform komputasi yang digunakan untuk meenyediakan layanan komputasi yang berhubungan dengan karyawan, pelanggan dan pemasok dalam lingkungan digital yang konsisten yang meliputi mainframe besar, kumputer dan laptop, dan personal digitalassistant (PDA) serta Internet.

b. Layanan telekomunikasi yang menyediakan data, suara, dan konekvisitas video kepada karyawan, pelanggan, dan pemasok.

c. Layanan pengaturan data yang menyimpan dan mengelola data perusahaan dan menyediakan kemampuan untuk menganalisis data.

d. Layanan peranti lunak aplikasi yang menyediakan kemampuan untuk keseluruhan kemampuan seperti sistem perencanaan sumber daya perusahaan, manajemen hubunga pelanggan, rantai pasokan, dan menejemen pengetahuan yang digunakan bersama-sama oleh seluruh unit bisnis.

e. Manajemen fasilitas fisik yang mengembangkan dan mengelola instalasi fisik yang dibutuhkan untuk layanan komputasi, telekomunikasi, dan manjemen data.


f. Layanan manajemen TI yang merencanakan dan mengembangkan infrastruktur, berkoordinasi dengan unit bisnis untuk berbagai layanan TI, mengelola akuntansi untuk pengeluaran TI dan menyediakan program layanan proyek.

g. Layanan standar TI yang memberikan kebijakan yang menentukan teknologi informasi mana yang akan digunakan, kapan dan bagaimana menggunakannya, kepada perusahaan dan unit-unit bisnisnya.

h. Layanan pendidikan TI yang menyediakan sistem pelatihan untuk karyawan dan melatih menajer dalam merencanakan dan mengelola investasi TI.

i. Layanan pelatihan dan pengembangan TI yang menyediakan perusahaan dengan penelitian mengenai proyek-proyek TI yang berpotensi dan investasi yang dapat membantu perusahaan mendiferensiasikan diri di pasar.

EVOLUSI INFRASTRUKTUR TI: 1950-2007
Infrastuktur TI di dalam organisasi saat ini merupakan hasil dari evolusi selama lebih dari 50 tahun dalam flatform komputasi. Ada lima tahap evolusi yang telah dilewati. Masing-masing evolusi memberikan konfigurasi daya komputasi dan elemen-elemen infrastruktur yang berbeda. Lima era tersebut adalah mesin akuntansi elektronik, mainframe umum dan komputasi mini komputer, PC, jaringan klien/server, dan komputasi perusahaan dan Internet. Beberapa periode era evolusi infrastruktur:
a.    Evolusi Mesin Akuntansi Elektronik: 1930-1950
b.    Era mainframe Umu dan komputer mini: 1959 sampai sekarang
c.    Era PC: 1981 sampai sekarang
d.    Era klien/server: 1983 sampai sekarang
e.    Era komputasi internet perusahaan: 1992 sampai sekarang
PENGGERAK TEKNOLOGI EVOLUSI INFRASTRUKTUR
a.    Hukum Moore dan Daya Pemrosesan Mikro
Hukum Moore: sejak chip mikroprosesor pertama diperkenalkan pada tahun 1959, jumlah komponen pada sebuag chip dengan biaya produksi perkomponen yang terkecil (pada umumnya transistor) akan menjadi dua kali lipat setiap tahunnya. Berdasarkan tulisan Gordon Moore pada tahun 1965 di Electronics Magazine.

b.    Hukum Penyimpanan Digital Besar
Dunia saat ini memproduksi sebanyak 5 exabyte informasi unik pertahun (1 exabyte= 1 milliar gigabyte, atau 1018 byte). Jumlah infromasi digital kurang lebih menjadi dua kali lipat setiap tahun (Lyman dan Varian, 2003).

c.    Hukum Metcalfe dan Ekonomi Jaringan
Hulum ini menyatakan bahwa nilai atau kekuatan dari jaringan bertumbuh secara eskponensial sebagai fungsi dari jumlah anggota jaringa tersebut. Hal ini menunjukan bahwa peningkatan pengembalian terhadap skala yang didapatkan oleh para anggota jaringan seiring dengan semakin banyaknya orang yang tergabung dalam jaringan tersebut.

d.    Mengurangi Biaya Komunikasi dan Internet
Dengan semakin banyaknya orang dapat mengakses internet akan mengurangi dan menurunnya biaya komunikasi dan penggunaan terhadap fasilitas komunikasi dan komputasi semakin banyak.

e.    Dampak Jaringan dan Standar
Standar teknologi adalah spesifikasi yang menentukan kompatibilitas sebagai produk dan kemampuan berkomunikasi dalam sebuah jaringan.

Mengindentifikasi dan menjelaskan tahapan-tahapan dari evolusi infrastruktur TI
Ada lima tahap evolusi infrastruktur TI :
1. Adalah mesin akuntansi elektronik terspelisiasasi yang merupakan komputer primitif yang digunakan untuk perusahaan akuntansi.
2. Infrastruktur TI dalam era mainframe (tahun 1959 hingga sekarang) terdiri atas sebuah mainframe yang melakukan pemrosesan terpusat yang dapat dihubungkan keribuan terminal dan pada akhirnya beberapa komputasi terdesentralisasi dan per departemen menggunakan komputer mini dalam jaringan.
3. Era PC (tahun 1981 hingga sekarang) dalam infrastruktur TI didominasi oleh penggunaan komputer deskop dengan perangkat produktivitas kantor.
4. Infrastruktur yang lebih mendominasi pada era klien /server (tahun 1983 hingga sekarang) terdiri atas jaringan klien deskop atau leptop hinggan komputer server yang lebih kuat menangani kebanyakan pengelolaan dan pemrosesan data.
5. Era komputasi internet perusahaan (tahun 1992 hingga sekarang) didominasi oleh sejumlah besar PC yang disambungkan kedalam LAN dan penggunaan standar dan peranti lunak yang semakin luas untuk menghubungkan jaringan yang berbeda dan perangkat-perangkat yang terhubung ke jaringan keseluruhan perusahaan sehingga informasi dapat bergerak bebas didalam perusahaan.

Perkembangan Teknologi Informasi di Indonesia
Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akan meningkatkan produktivitas. Perkembangan teknologi informasi memper-lihatkan bermunculannya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi ini, seperti egovernment, e- commerce, e-education, emedicine, e-laboratory, dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasiskan elektronika.
 Peran Teknologi Informasi
Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Teknologi informasi banyak berperan dalam bidang-bidang antara lain :


Bidang pendidikan (e-education).
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka (Mukhopadhyay M., 1995). Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek “Flexible Learning”.Hal ini mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang “Pendidikan tanpa sekolah(Deschooling Socieiy)” yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan. 
Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia di masa mendatang adalah:
- Berkembangnya pendidikan terbuka dengan modus belajar jarak jauh (Distance Learning). Kemudahan untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan sebagai strategi utama.
- Sharing resource bersama antar lembaga pendidikan / latihan dalam sebuah jaringan
- Perpustakaan & instrumen pendidikan lainnya (guru, laboratorium) berubah fungsi menjadi sumber informasi daripada sekedar rak buku.
- Penggunaan perangkat teknologi informasi interaktif, seperti CD-ROM Multimedia, dalam pendidikan secara bertahap menggantikan TV dan Video.

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi dalam bidang pendidikan, maka pada saat ini sudah dimungkinkan untuk diadakan belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungkan antara mahasiswa dengan dosennya, melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, melihat jadwal kuliah, mengirimkan berkas tugas yang diberikan dosen dan sebagainya, semuanya itu sudah dapat dilakukan.


Dalam Bidang Pemerintahan (egovernment).
E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide web. Pada intinya egovernment adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G(Government to Government).

Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:
(1)  Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat.
(2)  Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum.
(3)  Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh.
(4)  Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien.
 Bidang Keuangan dan Perbankan
Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah memanfaatkan layanan perbankan modern. Layanan perbankan modern yang hanya ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga terpusat di kota-kota besar. Sehingga sektor perbankan pun agak lamban dalam ekspansinya ke daerah-daerah. Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi infrastruktur saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik dan luas.

Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM dari bank tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat dilakukan. Pengembangan teknologi dan infrastruktur telematika di Indonesia akan sangat membantu pengembangan industri di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan usaha dengan membuka cabang-cabang di daerah, serta pertukaran informasi antara sesama perusahaan asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga pembiayaan lainnya. Institusi perbankan dan keuangan telah dipengaruhi dengan kuat oleh pengembangan produk dalam teknologi informasi, bahkan mereka tidak dapat beroperasi lagi tanpa adanya teknologi informasi tersebut. Sektor ini memerlukan pengembangan produk dalam teknologi informasi untuk memberikan jasajasa mereka kepada pelanggan mereka.
Infrastruktur Teknologi Informasi menghasilkan tujuh (7) komponen utama:
PLATFORM PERANTI KERAS KOMPUTER
a. Komponen mesin: mensin klien, PC, PDA, Laptop, server.
b. Server blade; komputer yang sangat tipis
c. Mainframe

PLATFORM PERANTI LUNAT KOMPUTER
a. Sistem operasi Microsoft Windows, Unix, Linux
b. Sistem operasi desktop

MANAJEMEN DAN PENYIMPANAN DATA
Menejemen dan penyimpanan data sangat penting sebab jumlah informasi digital baru di dunia berlipat dua setiap tiga tahun, sebagian digerakkan oleh e-commerce dan e-bussines oleh sebab itu pasar perangkat penyimpanan data digital terus meningkat setiap tahunnya.

PLATFORM JARINGAN / TELEKOMUNIKASI
Platform jaringan / telekomunikasi biasanya disedikan oleh perusahaan layanan telekomunikasi/ telepon yang menawarkan konesitivitas suara dan data, WAN dan akses internet.

PLATFORM INTERNET
Platform internet harus dihubungkan dan bertumpang tindih dengan infrastruktur jaringan umum dan platform perantu keras dan peranti lunak perusahaan.

LAYANAN DAN KONSULTASI INTEGRASI SISTEM
Layanan dan konsultasi integrasi sistem dibutuhkan karena perusahaan besar kurang memiliki karyawan, keahlian, anggaran, pengalaman, untuk melaksanakan prosedur bisnis, pelatihan dan pendidikan.
Integrasi peranti lunak artinya memastikan infrastruktur baru bekerja sama dengan infrastruktur perusahaan lama, yang disebut sistem warisan dan memastikan elemen-elemen infrastruktur yang baru bekrja sama dengan yang lainnya.

ELECTRONIC DATA INTERCHANGE

Electronic Data Interchange (EDI): Pengaruhnya Terhadap Strategi Pencapaian Keunggulan Kompetitif




PENDAHULUAN
Dunia bisnis yang semakin kompetitif, teknologi informasi yang semakin canggih, menuntut suatu perusahaan untuk senantiasa dapat menciptakan adanya suatu pembaharuan (inovasi) atau strategi-strategi tertentu yang harus dilakukan. Salah satu tujuan adanya inovasi dan penentuan strategi yang harus dilakukan dimaksudkan agar perusahaan dapat berperan didalam menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan harapan memperoleh suatu keunggulan kompetitif dibandingkan dengan para pelaku yang lain atau paling tidak dapat bertahan pada kondisi yang menguntungkan. Namun bagi perusahaan yang tidak dapat ambil bagian atau mengantisipasi terhadap kondisi persaingan yang semakin ketat tersebut, maka dapat dipastikan secara perlahan tapi pasti perusahaan tersebut akan gulung tikar atau akan menghadapi suatu kehancuran.
Guna mengantisipasi kondisi yang kompetitif ini, salah satustrategi yang harus diambil adalah meningkatkan kemampuan didalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini harus dilakukan karena sebagaimana kita ketahui, salah satu pemicu timbulnya persaingan yang ketat adalah teknologi informasi yang semakin canggih dan komunikasi yang senantiasa mengikuti perubahannya dan diantara keduanya saling berkaitan. Salah satu teknologi informasi yang cukup relevan untuk mengantisipasi kondisi yang semakin kompetitif adalah penggunaan Electronic Data Interchange (EDI) yaitu salah satu teknologi informasi yang menghubungkan antara satu komputer dengan komputer lain yang memberikan informasi bisnis dalam bentuk format yang terstruktur, dan dilakukan oleh para partner bisnis.
Tulisan ini akan ditekankan pada pembahasan mengenai pengaruh EDIterhadap strategi yang dilakukan perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif. Guna memberikan uraian yang lebih jelas, penyajian dalam tulisan ini akan dikelompokkan dalam beberapa bagian yaitu pertama akan menyajikan sekilas tentang EDI, kedua EDI sebagai salah satu strategi, ketiga EDI dan keunggulan kompetitif, dan keempat kendala-kendala yang dihadapi implementas


Sekilas Tentang Electronic Data Interchange (EDI)
Ferguson et al (1990) mendefinisikan EDI sebagai pertukaran informasi bisnis secara elektronik dari komputer ke komputer, dalam format terstruktur, dan dilakukan diantara partner bisnis. Selain itu (Laudon, 1991) mengemukakan bahwa EDI sebagai cara komunikasi atau pertukaran transaksi bisnis standar diantara dua pihak atau lebih dengan menggunakan media komputer di satu pihak ke komputer lain pada pihak lain. Dengan kata lain pengertian dari EDI adalah penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak lain secara elektronik dengan menggunakan media komputer sebagai sarana penghubung diantara kedua partner bisnis. Pihak-pihak yang terlibat dalam EDI ini, bisa antara induk perusahaan dengan anak perusahaan, penjual dengan pembeli, atau satu bagian dengan bagian lain, baik dalam konteks nasional maupun internasional. Dengan adanya EDI sebagai salah satu teknologi informasi, proses transaksi yang dilakukan kedua belah pihak akan semakin cepat, disamping itu formulir yang digunakan untuk transaksi semakin berkurang. Misalnya untuk transaksi jual beli, maka pembuatan formulir pesanan pembelian, faktur/invoice, dokumen pengiriman, berita pembayaran dan sebagainya dapat ditiadakan.
Untuk aplikasi dari EDI pada dasarnya dibagi dalam dua tipe yaitu pertama tipe simple system, dalam tipe ini program EDI terpisah dengan program accounting system yang ada dalam perusahaan, sehingga setiap transaksi yang dilakukan EDI tidak berpengaruh pada kegiatan atau transaksi yang sedang berlangsung pada sistem akuntansi yang dilakukan oleh intern perusahaan. Sedangkan tipe kedua adalah integrated system atau dikenal dengan istilah computer generating transactions, dalam tipe ini EDI dirangkai secara langsung dengan program accounting system atau internal computerised accounting system. Apabila EDI diaktifkan, maka secara langsung accounting system perusahaan akan aktif dengan sendirinya, suatu misal apabila ada dokumen elektronik masuk dalam network maka secara otomatis dokumen tersebut akan masuk kedalam transaksi intern perusahaan. Namun sebaliknya juga apabila internal computerised accounting system diaktifkan, secara otomatis EDI juga dapat memberikan dan menerima informasi pada pihak lain yang berhubungan dalam satu network. sebagai contoh adalah apabila internal computerised accounting system memberikan informasi bahwa posisi persediaan telah berada pada posisi titik minimal, maka secara otomatis EDI langsung melakukan proses pemesanan pembelian pada seller (penjual) yang berada dalam satu network atau seller yang telah diprogram.
Dari contoh tersebut kelihatan bahwa semakin canggihnya teknologi, maka tidak menutup kemungkinan pekerjaan yang semula dilakukan banyak personel apabila dilakukan secara manual akan dipersempit hanya dilakukan beberapa operator saja, inipun nantinya akan menjadi suatu dilema, namun bagaimanapun juga karena kondisi persaingan yang semakin ketat, maka pertimbangan cost dan benefit yang akan banyak bicara guna mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut.
Sedangkan sarana yang diperlukan untuk implementasi EDI adalah (Laudon, 1991): (1) Perangkat keras atau komputer yang harus dimiliki oleh masing-masing pihak yang akan bergabung dalam network EDI suatu transaksi bisnisnya. (2) Adanya translation software/transaction converter, yaitu perangkat lunak atau program yang tersedia yang dapat mengubah dokumen transaksi kedalam bentuk standar EDI, kemudian dikirim pada pihak lain. Dan program ini pula nantinya yang akan mengubah standar EDI kedalam bentuk dokumen transaksi yang akan diterima oleh pihak lain tersebut. (3) Mail box facilities, yaitu fasilitas atau network yang dimiliki pihak ketiga yang memungkinkan pengiriman dua transaksi antar komputer. (4) Adanya prosedur yang harus diikuti agar implementasi EDI dapat dilaksanakan dengan baik.


EDI sebagai suatu strategi
Strategi yang dikemukakan oleh Porter (1980), mengungkapkan bahwa ada dua strategi yang harus dilakukan agar perusahaan unggul didalam berkompetisi yaitu : Pertama cost leadership, didalam strategi ini perusahaan diminta untuk menekan biaya agar biaya bisa lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan pesaing, langkah yang diambil misalnya dengan pengendalian biaya secara ketat, meminimumkan biaya tenaga kerja, menekan biaya pembelian, mengurangi biaya dokumentasi, biaya penelitian & pengembangan dan sebagainya.
Sedangkan strategi yang kedua adalah product differentiation, yaitu strategi ini dapat dicapai melalui penciptaan suatu produk yang unik bagi pelanggan.
Berkaitan dengan cost leadership, EDI merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan. Adams (1993), mengungkapkan bahwa Pratt & Whitney Aircraft salah satu perusahaan aerospace didalam melakukan transaksi pembeliannya, sebelum menggunakan EDI biaya pembelian yang dikeluarkan untuk setiap pembelian sebesar $ 30, tetapi sejak mengimplementasikan EDI biaya pembelian dapat dikurangi hingga $ 20, selain itu pembeli dapat menghemat waktunya hingga 4 jam setiap minggu. Dari apa yang dikemukakan Adam, kelihatan bahwa EDI bisa menghemat biaya pembeliannya selain waktu yang digunakan semakin berkurang, hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Williamson (1993), yaitu untuk penyusunan rekonsiliasi bank, apabila dikerjakan dengan menggunakan manual membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 40 menit, tetapi jika menggunakan proses komputer secara otomatis waktu yang digunakan untuk penyusunan tersebut kurang dari 5 menit atau hanya sekitar 2 atau 3 menit. Dari uraian tersebut dapat diringkas bahwa beberapa keunggulan dari penggunaan EDI diantaranya perusahaan bisa menekan biaya pembelian selain waktu yang digunakan semakin singkat atau dengan kata lain proses transaksi semakin cepat.
Keunggulan yang lain dari EDI adalah adanya penghematan penggunaan dokumentasi atau kertas yang dipakai untuk transaksi. Perusahaan yang menggunakan komputer didalam menjalankan operasionalnya masih menggunakan kertas atau dokumen didalam melaksanakan transaksi hariannya, misalnya pesanan pembelian, bukti pengiriman, faktur/invoice atau bukti-bukti yang lainnya. Disamping itu untuk melakukan transaksi dengan pihak lain masih dibutuhkan waktu dan tenaga guna mengirimkan dokumen yang berkenaan dengan transaksi tersebut kepada pihak lain, hal ini akan menimbulkan biaya dokumentasi, biaya pengiriman dan waktu pengiriman. Namun apabila perusahaan menggunakan EDI, yang mana transaksi dilakukan dari komputer ke komputer dengan menggunakan bahasa yang standar, maka penggunaan dokumentasi dapat ditiadakan atau paling tidak dikurangi, sehingga biaya dokumentasi akan berkurang pula, begitu juga biaya pengiriman akan ditiadakan dan waktu yang digunakan semakin singkat.
EDI dapat menekan kesalahan entry data dan posting transaksi. Karena program yang ada didalam EDI sudah standar dan format yang ada sudah terstruktur, maka disaat perusahaan melakukan transaksi dan entry data kedalam komputer dengan panduan yang ada, tingkat kesalahan entry data dapat dikurangi, begitu juga posting yang dilakukan kemungkinan kesalahannya kecil karena posting didalam EDI dilakukan secara otomatis. Adams (1993), mengemukakan dengan EDI kesalahan entry data dan posting transaksi dapat berkurang banyak.



EDI dan Keunggulan Kompetitif
Guna memperoleh keunggulan kompetitif, suatu perusahaan dituntut untuk senantiasa menciptakan sesuatu yang bisa meningkatkan kemampuan didalam menghadapi persaingan. Salah satu strategi untuk memenangkan persaingan tersebut adalah meningkatkan kemampuan didalam memanfaatkanteknologi informasi diantaranya yaitu EDI. Stern dan Kaufman (1985) memberikan keyakinan bahwa penggunaan EDI akan memberikan kesempatan pada perusahaan untuk memperoleh keunggulan kompetitif, hal ini bisa diwujudkan karena : (1) Penurunan order lead time, hal ini akan menyebabkan pengurangan terhadap biaya persediaan, (2) Mutu pelayanan kepada konsumen semakin tinggi, (3)Penurunan kemungkinan terjadinya out-of-stock, (4) Perbaikan mutu komunikasi untuk menyelenggarakan transaksi/janji, promosi, perubahan harga dan tersedianya informasi produk, (5) Perbaikan ketepatan dalam pemesanan, pengiriman, dan penerimaan barang, dan (6) Pengurangan biaya tenaga kerja (labour cost).
Berkaitan dengan implementasi Just-in-time (JIT) yang sering diperbincangkan merupakan salah satu usaha guna memperoleh keunggulan kompetitif, EDI juga dapat memberikan apa yang ada didalam JIT yaitu : Dengan implementasi EDI, maka akan diperoleh pengendalian terhadap persediaan, mengarahkan orientasi kepada kualitas suatu produk serta meningkatkan efisiensi tenaga kerja. Contoh konkrit dengan implementasi EDI dapat meningkatkan kegiatan yang dilakukan dalam JIT diantaranya adalah: EDI dapat memperlancar siklus transaksi pembelian dalam sistem manajemen persediaan. Dalam implementasi EDI, pihak pembeli dan penjual bisa berkomunikasi secara langsung melalui komputer, disaat pembeli melakukan entry pemesanan pembelian yang berisi tentang informasi kuantitas, kualitas, harga dan spesifikasi lainnya, dan saat itu pula penjual dapat menerima apa yang diminta oleh pembeli, dengan demikian transaksi pembelian akan segera terlaksana dengan meniadakan dokumen dan dalam waktu yang singkat, serta pengurangan tenaga pelaksana, hal ini terjadi karena setelah menggunakan EDI tidak perlu lagi dibutuhkannya tenaga untuk mengirim dokumen kepada penjual dan operator transaksi berkurang sehingga efisiensi tenaga kerja tercapai. Dilain pihak dengan adanya EDI penjual akan mengetahui skedul produksi yang dilakukan oleh pembeli dan posisi persediaan yang ada digudang, sehingga pihak penjual akan mengetahui kapan pengiriman persediaan akan dilakukan. Dalam kondisi seperti ini dapat diharapkan posisi persediaan yang ada di gudang tidak akan mengalami jumlah persediaan yang terlalu banyak atau sampai kehabisan persediaan. Hal ini sesuai dengan prinsip JIT yaitu meniadakan atau meminimalkan persediaan sehingga biaya untuk pemeliharaan persediaan bisa ditiadakan.

Kendala-kendala yang dihadapi EDI
Terlepas dari keunggulan-keunggulan EDI yang dikemukakan diatas, EDI itu sendiri masih memiliki beberapa kendala didalam implementasinya yaitu : (1) Tidak adanya standar global, sampai saat ini belum ada standar tunggal yang berlaku secara umum. Namun, nampaknya pemakai EDI ingin membentuk standar internasional EDI, dan standar yang terbentuk diantaranya adalah American National Standart Institute X.12 (ANSI X.12), standar ini umumnya dipakai oleh perusahaan-perusahaan Amerika, dan Electronic Data Interchange for Administration, Commerce and Transport (EDIFACT), standar ini sebagian besar dipakai oleh pemakai EDI di dunia. Selain dua standar tersebut, penjual sistem EDI juga melayani standar EDI untuk kepentingan tertentu (DISA, 1990). (2) Mahalnya biaya implemenrtasi EDI, hal ini terjadi karena mahalnya biaya hardware, software, fasilitas telekomunikasi ditambah lagi dengan biaya tenaga yang trampil dari penggunaan EDI ini. (3) Dual system atau implementasi yang setengah-setengah, hal ini terjadi karena faktor sarana network yang relatif mahal dan sedikitnya pemakai EDI. Sehingga perusahaan yang menggunakan EDI, masih harus tetap menggunakan system manualnya, kondisi yang seperti ini akan menimbulkan kebosanan bagi operatornya karena harus menangani kedua sistem tersebut. (4) Hambatan budaya, hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan bahasa, nasionalisme dan budaya-budaya lainnya sehingga menghambat pelaksanaan EDI didalam pengiriman data antar negara. Dan (5) Kesulitan mengenai faktor manusia, ada dua kemungkinan sikap manusia didalam mengahadapi adanya perubahan teknologi yaitu akan bersikap positif atau negatif. Sikap
positif, dengan adanya perubahan teknologi akan terdorong untuk semakin meningkatkan kemampuannya didalam teknologi yang baru didapat tersebut, dan hal ini merupakan tantangan baginya untuk memanfaatkan kesempatan didalam memperoleh prestasi. Sedangkan yang bersikap negatif, dengan adanya teknologi beranggapan bahwa kondisi seperti ini akan mengenyampingkan posisi dia atau terpaksa harus belajar lagi, dan hal ini merupakan penghalang atau hambatan baginya.
Terlepas dari kelemahan tersebut diatas, sebetulnya EDI akan lebih bermanfaat lagi apabila dilakukan integrasi secara global yaitu antara EDI, e-mail dan arus kerja yang terjadi. Namun Sammet (1993) mengungkapkan integrasi global antara EDI, e-mail dan arus kerja yang terjadi hanyalah ada dalam teori dan tidak pernah ada dalam produk nyata, Sammet juga menyarankan untuk menyelesaikan integrasi global ini ada tiga hal yang harus dilakukan yaitu: (1) Ciptakan standar yang sesuai, (2) Menggabungkan produk baru kedalam standar tersebut, dan (3) Sadar terhadap produk yang ada dan yang mereka kerjakan.
Berdasarkan uraian diatas mengenai keunggulan-keunggulan maupun kendala-kendala yang dimiliki EDI, alangkah baiknya didalam mempertimbangkan implementasi EDI sebagai strategi guna memperoleh keunggulan kompetitif tidak hanya mempertimbangkan investasi awalnya saja, tetapi perlu juga mempertimbangkan biaya pemeliharaan dan operasinya, karena hal ini tidak terlepas dengan pihak ketiga yang terlibat dalam transaksi EDI tersebut.
Di satu pihak EDI akan memberikan manfaat yang cukup banyak diantaranya adalah penghematan biaya-biaya yaitu biaya pembelian, biaya dokumentasi maupun biaya tenaga kerja atau pengehematan waktu, sedangkan dilain pihak implementasi memerlukan biaya yang tidak sedikit. Bertitik tolak dari kondisi ini semua, apakah perusahaan perlu mengimplementasikan EDI atau tidak, hal ini tergantung pada pada kondisi perusahaan didalam mempertimbangkan antara biaya dan manfaat yang akan diperoleh dari implementasi EDI tersebut.
Namun demikian agar bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan, Skagen (1989) mengemukakan beberapa pendapat yang berkenaan dengan pertimbangan ini yaitu: (1) Bila EDI diintegrasikan dengan accounting system intern perusahaan atau internal aplication system, maka EDI akan memberikan manfaat yang dapat dijustifikasi dengan nilai investasi awalnya, (2) Sering sekali payback on the invesment dicapai bila aplikasi internal yang penting (material management, inventory control, accounts payable/receivable, dan sejenisnya) dikaitkan dengan aplikasi internal partner bisnis, (3) Payback period-nya mungkin akan laba, (4) Manfaat tidak langsung berupa strategic dan partnership benefits akan dirasakan.
Berdasarkan uraian diatas dan apabila dikaitkan dengan kondisi bisnis yang ada di Indonesia perlu juga ditambah beberapa pertimbangan lain, diantanya adalah komunikasi yang ada, budaya manusia secara umum dan tingkat teknologi yang berkembang di Indonesia. Dengan kata lain guna mempertimbangkan implementasi EDI di Indonesia tidak hanya mempertimbangkan teknologinya saja, tetapi perlu diperhatikan pula tentang budaya dan konteks sosial yang ada di Indonesia.
Implementasi EDI di Indonesia
Data Interchange Standart Association, Inc. / DISA dalam Spring 1991, mengin-formasikan bahwa pemakai EDI dari tahun ke tahun berkembang cepat. Sampai tahun 1991, ada kurang lebih 10.000 pemakai EDI di daerah Amerika Utara, Kawasan Pasifik dan Eropa. Hal ini diperkuat oleh Hwang et. al. 1993, yang melaporkan bahwa jumlah pemakai EDI hingga akhir 1992 meningkat hingga menjadi 25.000, dari informasi ini ternyata pemakai EDI berkembang dengan pesatnya.
Di Indonesia, lembaga yang akan melakukan implementasi EDI adalah Ditjen Bea & Cukai yang dijalankan sejak tanggal 1 April 1997 bersamaan dengan diberlakukannya UU No. 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan. Keunggulan yang diharapkan dengan adanya EDI oleh pihak Bea & Cukai adalah : (1) Penyampaian atau penerimaan informasi (dokumen) yang semakin cepat sehingga pelayanan dapat segera diperoleh tanpa perlu datang ke kantor pabean, (2) Mengurangi pemakaian kertas (paperless), (3) Meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik, (4) Mencegah kemungkinan terjadinya kolusi antara petugas bea cukai dengan kalangan importir atau pengguna jasa lainnya.
Sedangkan standar yang dipakai dalam sistem EDI kepabean adalah mengacu kepada standar UN/EDIFACT. Pihak Bea Cukai didalam melaksanakan sistem EDInya hanya melibatkan beberapa pihak saja atau dengan kata lain tipe aplikasi yang digunakan masih dalam bentuk simple system, atau yang terlibat dalam program tersebut hanya terfokus pada aktivitas kepabeanan saja, sementara pihak lain yang juga berperanan dalam kelancaran sistem EDI tidak terintegrasi. Jadi dengan adanya sistem EDI ini, proses pengurusan dokumentasi akan semakin cepat bahkan berdasarkan uji coba yang telah dilakukan, pengurusan dokumen tersebut hanya membutuhkan waktu lima menit. Namun semua ini tidak akan banyak berarti apabila pihak lain tidak begitu mendukung, misalnya dari unsur pelabuhan atau pihak bandara.

KESIMPULAN
Kondisi lingkungan ekonomi yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut agar selalu mengikuti perkembangan teknologi informasi yang canggih, hal ini dilakukan agar perusahaan dapat memperoleh keunggulan kompetitif atau paling tidak dapat bertahan pada kondisi yang menguntungkan. Salah satu teknologi yang dapat diterapkan guna memperoleh keunggulan tersebut adalah EDI.
EDI adalah pertukaran informasi bisnis secara elektronik dari komputer ke komputer, dalam format terstruktur, dan dilakukan diantara partner bisnis (Ferguson et. al 1990). Ada dua tipe aplikasi EDI yaitu tipe simple system dan integrated system, perbedaan kedua tipe tersebut berkaitan dengan integrasi didalam penyusunan programnya. Sedangkan sarana yang diperlukan EDI adalah perangkat keras (hardware), translation software/transaction converter, mail box facilities dan pedoman prosedur untuk implementasi.
EDI dapat dipakai sebagai suatu strategi karena dengan adanya EDI strategi cost leadership dapat dipenuhi, keungulan-keunggulan yang dimiliki EDI diantaranya adalah : (1) Menghemat biaya pembelian, (2) Menghemat biaya dokumentasi, (3) Menghemat waktu, (4) Menghemat biaya tenaga kerja dan (5) Mempercepat proses transaksi pembelian dan mengendalikan manajemen persediaan. Sedangkan beberapa kendala yang dihadapi implementasi diantaranya adalah : (1) Tidak adanya standar global tunggal, (2) Mahalnya biaya implementasi, (3) Dual system, (4) Hambatan budaya dan (5) Kesulitan yang berkaitan dengan faktor manusia.
Terlepas dari keunggulan dan kendala yang dimiliki EDI, guna mempertimbangkan implementasi EDI, hal utama yang perlu dipertimbangkan adalah keputusan mengenai perbandingan antara biaya dan manfaat yang akan diberikan EDI itu sendiri.

KULIAH UMUM ARB

Kuliah Umum Bapak Aburizal Bakrie di Institut Teknologi Indonesia

Tantangan Pendidikan Tinggi di Masa Depan 
Dalam Rangka Dies Natalis Institut Teknologi Indonesia Ke-29

Dalam rangka menghadapi tantangan pendidikan untuk masa depan, kita terutama harus percaya dan bangga akan kampus kita sendiri, yaitu kampus Institut Teknologi Indonesia tempat kita saat ini.
 
Pertama-tama, Presiden kita telah berusaha untuk memajukan pendidikan tinggi bangsa indonesia, seperti yang kita lihat, mulai dari zaman Bapak Soekarno yaitu bisa kita lihat dengan adanya kemerdekaan bangsa indonesia ini. Lalu beralih ke zaman Bapak Habibie, yaitu Bapak Habibie mengajarkan untuk meningkatkan semangat para pemuda indonesia agar dapat lebih kreatif dan berinovasi dengan skill yang mereka punya, dan melatih bangsa indonesia juga agar tidak mau kalah dengan bangsa lain, yaitu dengan pembuatan pesawat terbang yang dilakukan oleh Bapak Habibie
 
Lalu beralih ke zaman Bapak Gusdur, beliau mengajarkan untuksaling hidup bersosialis dengan meratakan semua agama, bahwa semua agama itu sama dan baik. Lalu pada zaman saat ini, masa pemerintahan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, banyak pejabat-pejabat yang telah ditangkap atas perbuatan mereka. Hal itu semua membuktikan bahwa bangsa indonesia mengalami kemajuan di bidang apa saja.
 
Lalu untuk meningkatkan perkembangan bangsa indonesia, saya memberi istilah “Catur Sukses Pembangunan” yang berisi kiat-kiat untuk meningkatkan kemajuan bangsa indonesia
 
1. Pembangunan Ekonomi
Yaitu dengan mengefisiensikan sumber daya alam dengan baik dan benar, meningkatkan pembangunan di sektor industri, membuat entrepreneur-entrepreneur yang siap dan handal, contoh dalam bidang IT(Ilmu Teknologi) yaitu pembuatan software, jika kita bandingkan dengan negara lain, kita negara indonesia masih kalah dibanding dengan negara lainnya, jadi dalam hal ini kita perlu meningkatkan kualitas dan mutu orang-orang indonesia yang berada dalam bidang IT untuk lebih berusaha melakukan yang terbaik.
 
2. Pemerataan
Yaitu dengan melakukan pemerataan pembangunan. Pembangunan dalam indonesia seperti yang kita lihat masih kurang terstruktur karna terbatasnya dana yang ada. Pembangunan di indonesia ini seharusnya tidak hanya mengacu pada sektor industri saja tetapi harus merata seperti melakukan pembangunan sumber daya manusia. Pembangunan sumber daya manusia
ini dapat dilaksanakan dengan cara melakukan aktifasi sekolah gratis dengan cara mengubah subsidi menjadi subsidi langsung untuk pembangunan sekolah dan biaya sekolah. Kita bangkitkan pendidikan untuk para nelayan, petani, dll.
 
3. Stabilitas
Stabilitas ini dimaksudkan seperti contohnya “mengapa kita membiarkan tindakan anarki seperti pembakaran masjid, gereja, dll”. Hal ini terjadi karna kurangnya stabilitas antara sesama. Apabila kita dapat mengerti akan arti dari stabilitas itu sendiri, maka kita akan dapat membuat stabilitas dalam berbagai bidang, contoh pertanian, industri, perekonomian, dsb. Karna sesungguhnya stabilitas itu penting, dengan adanya stabilitas maka akan tercipta kinerja yang efektif.
 
4. Rasa Nasionalisme
Rasa Nasionalisme penting adanya bagi kita bangsa indonesia, dengan menumbuhkan rasa nasionalisme terhadapa negara kita, kita bangsa indonesia dapat bersatu dan melakukan sesuatu hal yang besar.
 
Kesimpulan :
 Kita harus tetap berusaha dan berjuang dalam hidup ini walaupun jatuh bangun, karena itulah arti dari hidup.
 Dalam GELAP kita tidak boleh menyerah dalam kegelapan tersebut atau bahkan menyatu dengannya, tetapi kita harus menjadi TERANG dalam GELAP

ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN

ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN

ALGORITMA DAN PEMOGRAMAN

 1.  Apakah Itu Algoritma
Ditinjau dari asal-usul katanya, kata Algoritma sendiri mempunyai sejarah yang aneh. Orang hanya menemukan kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab. Anda dikatakan algoristjika Anda menghitung menggunakan angka arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Al Jabar Wal-Muqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita juga memperoleh akar kata “Aljabar” (Algebra). Perubahan kata dari algorism menjadi algorithm muncul karena kata algorism sering dikelirukan dengan arithmetic, sehingga akhiran –sm berubah menjadi –thm. Karena perhitungan dengan angka Arab sudah menjadi hal yang biasa, maka lambat laun kata algorithm berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam bahasa Indonesia, kata algorithm diserap menjadi algoritma.
2.  Definisi Algoritma

“Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”. Kata logis merupakan kata kunci dalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar. Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk melakukan pekerjaan tertentu. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma adalah, pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma, kalau memberikan keluaran yang salah, pastilah algoritma tersebut bukanlah algoritma yang baik. 
Pertimbangan kedua yang harus diperhatikan adalah kita harus mengetahui seberapa baik hasil yang dicapai oleh algoritma tersebut. Hal ini penting terutama pada algoritma untuk menyelesaikan masalah yang memerlukan aproksimasi hasil (hasil yang hanya berupa pendekatan). Algoritma yang baik harus mampu memberikan hasil yang sedekat mungkin dengan nilai yang sebenarnya.
Ketiga adalah efisiensi algoritma. Efisiensi algoritma dapat ditinjau dari 2 hal yaitu efisiensi waktu dan memori. Meskipun algoritma memberikan keluaran yang benar (paling mendekati), tetapi jika kita harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan keluarannya, algoritma tersebut biasanya tidak akan dipakai, setiap orang menginginkan keluaran yang cepat. Begitu juga dengan memori, semakin besar memori yang terpakai maka semakin buruklah algoritma tersebut. Dalam kenyataannya, setiap orang bisa membuat algoritma yang berbeda untuk menyelesaikan suatu permasalahan, walaupun terjadi perbedaan dalam menyusun algoritma, tentunya kita mengharapkan keluaran yang sama. Jika terjadi demikian, carilah algoritma yang paling efisien dan cepat.
3.  Beda Algoritma dan Program

Program adalah kumpulan pernyataan komputer, sedangkan metode dan tahapan sistematis dalam program adalah algoritma. Program ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman. Jadi bisa disebut bahwa program adalah suatu implementasi dari bahasa pemrograman. Beberapa pakar memberi formula bahwa :

Program = Algoritma + Bahasa (Struktur Data)
Bagaimanapun juga struktur data dan algoritma berhubungan sangat erat pada sebuah program. Algoritma yang baik tanpa pemilihan struktur data yang tepat akan membuat program menjadi kurang baik, demikian juga sebaliknya.
Pembuatan algoritma mempunyai banyak keuntungan di antaranya :
  • Pembuatan atau penulisan algoritma tidak tergantung pada bahasa pemrograman manapun, artinya penulisan  algoritma independen dari bahasa pemrograman dan komputer yang melaksanakannya.
  • Notasi algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman.
  • Apapun bahasa pemrogramannya, output yang akan dikeluarkan sama karena algoritmanya sama.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat algoritma :
  • Teks algoritma berisi deskripsi langkah-langkah penyelesaian masalah. Deskripsi tersebut dapat ditulis dalam notasi apapun asalkan mudah dimengerti dan dipahami.
  • Tidak ada notasi yang baku dalam penulisan teks algoritma seperti notasi bahasa pemrograman. Notasi yang digunakan dalam menulis algoritma disebut notasi algoritmik.
  • Setiap orang dapat membuat aturan penulisan dan notasi algoritmik sendiri. Hal ini dikarenakan teks algoritma tidak sama dengan teks program. Namun, supaya notasi algoritmik mudah ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman tertentu, maka sebaiknya notasi algoritmik tersebut berkorespondensi dengan notasi bahasa pemrograman secara umum.
  • Notasi algoritmik bukan notasi bahasa pemrograman, karena itu pseudocode dalam notasi algoritmik tidak dapat dijalankan oleh komputer. Agar dapat dijalankan oleh komputer,pseudocode dalam notasi algoritmik harus ditranslasikan atau diterjemahkan ke dalam notasi bahasa pemrograman yang dipilih. Perlu diingat bahwa orang yang menulis program sangat terikat dalam aturan tata bahasanya dan spesifikasi mesin yang menjalannya.
  • Algoritma sebenarnya digunakan untuk membantu kita dalam mengkonversikan suatu permasalahan ke dalam bahasa pemrograman.
  • Algoritma merupakan hasil pemikiran konseptual, supaya dapat dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada translasi tersebut, yaitu :
a.  Pendeklarasian variabel
Untuk mengetahui dibutuhkannya pendeklarasian variabel dalam penggunaan bahasa pemrograman apabila    tidak semua bahasa pemrograman membutuhkannya.
b.  Pemilihan tipe data
Apabila bahasa pemrograman yang akan digunakan membutuhkan pendeklarasian variabel maka perlu hal ini dipertimbangkan pada saat pemilihan tipe data.
c.  Pemakaian instruksi-instruksi
Beberapa instruksi mempunyai kegunaan yang sama tetapi masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda.
d.  Aturan sintaksis
Pada saat menuliskan program kita terikat dengan aturan sintaksis dalam bahasa pemrograman yang akan digunakan.
e.  Tampilan hasil
Pada saat membuat algoritma kita tidak memikirkan tampilan hasil yang akan disajikan. Hal-hal teknis ini diperhatikan ketika mengkonversikannya menjadi program.
f.  Cara pengoperasian compiler atau interpreter.
Bahasa pemrograman yang digunakan termasuk dalam kelompok compiler atau interpreter.
4.  Algoritma Merupakan Jantung Ilmu Informatika

Algoritma adalah jantung ilmu komputer atau informatika. Banyak cabang ilmu komputer yang mengarah ke dalam terminologi algoritma. Namun, jangan beranggapan algoritma selalu identik dengan ilmu komputer saja. Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak terdapat proses yang dinyatakan dalam suatu algoritma. Cara-cara membuat kue atau masakan yang dinyatakan dalam suatu resep juga dapat disebut sebagai algoritma. Pada setiap resep selalu ada urutan langkah-langkah membuat masakan. Bila langkah-langkahnya tidak logis, tidak dapat dihasilkan masakan yang diinginkan. Ibu-ibu yang mencoba suatu resep masakan akan membaca satu per satu langkah-langkah pembuatannya lalu ia mengerjakan proses sesuai yang ia baca. Secara umum, pihak (benda) yang mengerjakan proses disebut pemroses (processor). Pemroses tersebut dapat berupa manusia, komputer, robot atau alat-alat elektronik lainnya. Pemroses melakukan suatu proses dengan melaksanakan atau “mengeksekusi” algoritma yang menjabarkan proses tersebut.
Algoritma adalah deskripsi dari suatu pola tingkah laku yang dinyatakan secara primitif yaitu aksi-aksi yang didefenisikan sebelumnya dan diberi nama, dan diasumsikan sebelumnya bahwa aksi-aksi tersebut dapat kerjakan sehingga dapat menyebabkan kejadian.
Melaksanakan algoritma berarti mengerjakan langkah-langkah di dalam algoritma tersebut. Pemroses mengerjakan proses sesuai dengan algoritma yang diberikan kepadanya. Juru masak membuat kue berdasarkan resep yang diberikan kepadanya, pianis memainkan lagu berdasarkan papan not balok. Karena itu suatu algoritma harus dinyatakan dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh pemroses. Jadi suatu pemroses harus:
  • Mengerti setiap langkah dalam algoritma.
  • Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.
5.  Mekanisme Pelaksanaan Algoritma oleh Pemroses
Komputer hanyalah salah satu pemroses. Agar dapat dilaksanakan oleh komputer, algoritma harus ditulis dalam notasi bahasa pemrograman sehingga dinamakan program. Jadi program adalah perwujudan atau implementasi teknis algoritma yang ditulis dalam bahasa pemrograman tertentu sehingga dapat dilaksanakan oleh komputer.
Kata “algoritma” dan “program” seringkali dipertukarkan dalam penggunaannya. Misalnya ada orang yang berkata seperti ini: “program pengurutan data menggunakan algoritma selection sort”. Atau pertanyaan seperti ini: “bagaimana algoritma dan program menggambarkan grafik tersebut?”. Jika Anda sudah memahami pengertian algoritma yang sudah disebutkan sebelum ini, Anda dapat membedakan arti kata algoritma dan program. Algoritma adalah langkah-langkah penyelesaikan masalah, sedangkan program adalah realisasi algoritma dalam bahasa pemrograman. Program ditulis dalam salah satu bahasa pemrograman dan kegiatan membuat program disebut pemrograman (programming). Orang yang menulis program disebut pemrogram (programmer). Tiap-tiap langkah di dalam program disebutpernyataan atau instruksi. Jadi, program tersusun atas sederetan instruksi. Bila suatu instruksi dilaksanakan, maka operasi-operasi yang bersesuaian dengan instruksi tersebut dikerjakan komputer.
Secara garis besar komputer tersusun atas empat komponen utama yaitu, piranti masukan, piranti keluaran, unit pemroses utama, dan memori. Unit pemroses utama (Central Processing Unit – CPU)adalah “otak” komputer, yang berfungsi mengerjakan operasi-operasi dasar seperti operasi perbandingan, operasi perhitungan, operasi membaca, dan operasi menulis. Memori adalah komponen yang berfungsi menyimpan atau mengingatingat.
Yang disimpan di dalam memori adalah program (berisi operasi-operasi yang akan dikerjakan oleh CPU) dan data atau informasi (sesuatu yang diolah oleh operasi-operasi). Piranti masukan dan keluaran (I/O devices) adalah alat yang memasukkan data atau program ke dalam memori, dan alat yang digunakan komputer untuk mengkomunikasikan hasil-hasil aktivitasnya. Contoh piranti masukan antara lain, papan kunci (keyboard), pemindai (scanner), dan cakram (disk). Contoh piranti keluaran adalah, layar peraga (monitor), pencetak (printer), dan cakram.
Mekanisme kerja keempat komponen di atas dapat dijelaskan sebagai berikut. Mula-mula program dimasukkan ke dalam memori komputer. Ketika program dilaksanakan (execute), setiap instruksi yang telah tersimpan di dalam memori dikirim ke CPU. CPU mengerjakan operasioperasi yang bersesuaian dengan instruksi tersebut. Bila suatu operasi memerlukan data, data dibaca dari piranti masukan, disimpan di dalam memori lalu dikirim ke CPU untuk operasi yang memerlukannya tadi. Bila proses menghasilkan keluaran atau informasi, keluaran disimpan ke dalam memori, lalu memori menuliskan keluaran tadi ke piranti keluaran (misalnya dengan menampilkannya di layar monitor).
6.  Belajar Memprogram dan Belajar Bahasa Pemrograman
Belajar memprogram tidak sama dengan belajar bahasa pemrograman. Belajar memprogram adalah belajar tentang metodologi pemecahan masalah, kemudian menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang mudah dibaca dan dipahami. Sedangkan belajar bahasa pemrograman berarti belajar memakai suatu bahasa aturan-aturan tata bahasanya, pernyataan-pernyataannya, tata cara pengoperasian compiler-nya, dan memanfaatkan pernyataan-pernyataan tersebut untuk membuat program yang ditulis hanya dalam bahasa itu saja. Sampai saat ini terdapat puluhan bahasa pemrogram, antara lain bahasa rakitan (assembly), Fortran, Cobol, Ada, PL/I, Algol, Pascal, C, C++, Basic, Prolog, LISP, PRG, bahasabahasa simulasi seperti CSMP, Simscript, GPSS, Dinamo. Berdasarkan terapannya, bahasa pemrograman dapat digolongkan atas dua kelompok besar :
  • Bahasa pemrograman bertujuan khusus. Yang termasuk kelompok ini adalah Cobol (untuk terapan bisnis dan administrasi). Fortran (terapan komputasi ilmiah), bahasa rakitan (terapan pemrograman mesin), Prolog (terapan kecerdasan buatan), bahasa-bahasa simulasi, dan sebagainya.
  • Bahasa perograman bertujuan umum, yang dapat digunakan untuk berbagai aplikasi. Yang termasuk kelompok ini adalah bahasa Pascal, Basic dan C. Tentu saja pembagian ini tidak kaku. Bahasabahasabertujuan khusus tidak berarti tidak bisa digunakan untuk aplikasi lain.Cobol misalnya, dapat juga digunakan untuk terapan ilmiah, hanya saja kemampuannya terbatas. Yang jelas, bahasabahasa pemrograman yang berbeda dikembangkan untuk bermacam-macam terapan yang berbeda pula.
Berdasarkan pada apakah notasi bahasa pemrograman lebih “dekat” ke mesin atau ke bahasa manusia, maka bahasa pemrograman dikelompokkan atas dua macam :
  • Bahasa tingkat rendah. Bahasa jenis ini dirancang agar setiap instruksinya langsung dikerjakan oleh komputer, tanpa harus melalui penerjemah (translator). Contohnya adalah bahasa mesin. CPU mengambil instruksi dari memori, langsung mengerti dan langsung mengerjakan operasinya. Bahasa tingkat rendah bersifat primitif, sangat sederhana, orientasinya lebih dekat ke mesin, dan sulit dipahami manusia. Sedangkan bahasa rakitan dimasukkan ke dalam kelompok ini karena alasan notasi yang dipakai dalam bahasa ini lebih dekat ke mesin, meskipun untuk melaksanakan instruksinya masih perlu penerjemahan ke dalam bahasa mesin.
  • Bahasa tingkat tinggi, yang membuat pemrograman lebih mudah dipahami, lebih “manusiawi”, dan berorientasi ke bahasa manusia (bahasa Inggris). Hanya saja, program dalam bahasa tingkat tinggi tidak dapat langsung dilaksanakan oleh komputer. Ia perlu diterjemahkan terlebih dahulu oleh sebuah translator bahasa (yang disebut kompilator ataucompiler) ke dalam bahasa mesin sebelum akhirnya dieksekusi oleh CPU. Contoh bahasa tingkat tinggi adalah Pascal, PL/I, Ada, Cobol, Basic, Fortran, C, C++, dan sebagainya.
Bahasa pemrograman bisa juga dikelompokkan berdasarkan pada tujuan dan fungsinya. Di antaranya adalah :
7.  Menilai Sebuah Algoritma

Ketika manusia berusaha memecahkan masalah, metode atau teknik yang digunakan untuk memecahkan masalah itu ada kemungkinan bisa banyak (tidak hanya satu). Dan kita memilih mana yang terbaik di antara teknikteknik itu. Hal ini sama juga dengan algoritma, yang memungkinkan suatu permasalahan dipecahkan dengan metode dan logika yang berlainan. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana mengukur mana algoritma yang terbaik?. Beberapa persyaratan untuk menjadi algoritma yang baik adalah :
  • Tingkat kepercayaannya tinggi (realibility). Hasil yang diperoleh dari proses harus berakurasi tinggi dan benar.
  • Pemrosesan yang efisien (cost rendah). Proses harus diselesaikan secepat mungkin dan frekuensi kalkulasi yang sependek mungkin.
  • Sifatnya general. Bukan sesuatu yang hanya untuk menyelesaikan satu kasus saja, tapi juga untuk kasus lain yang lebih general.
  • Bisa dikembangkan (expandable). Haruslah sesuatu yang dapat kita kembangkan lebih jauh berdasarkan perubahan requirement yang ada.
  • Mudah dimengerti. Siapapun yang melihat, dia akan bisa memahami algoritma Anda. Susah dimengertinya suatu program akan membuat susah di-maintenance (kelola).
  • Portabilitas yang tinggi (portability). Bisa dengan mudah diimplementasikan di berbagaiplatform komputer.
  • Precise (tepat, betul, teliti). Setiap instruksi harus ditulis dengan seksama dan tidak ada keragu-raguan, dengan demikian setiap instruksi harus dinyatakan secara eksplisit dan tidak ada bagian yang dihilangkan karena pemroses dianggap sudah mengerti. Setiap langkah harus jelas dan pasti.
Contoh :   Tambahkan 1 atau 2 pada x.
Instruksi di atas terdapat keraguan.
  • Jumlah langkah atau instruksi berhingga dan tertentu. Artinya, untuk kasus yang sama banyaknya, langkah harus tetap dan tertentu meskipun datanya berbeda.
  • Efektif. Tidak boleh ada instruksi yang tidak mungkin dikerjakan oleh pemroses yang akan menjalankannya.
Contoh :   Hitung akar 2 dengan presisi sempurna.
Instruksi di atas tidak efektif, agar efektif instruksi tersebut diubah.
Misal : Hitung akar 2 sampai lima digit di belakang koma.
  • Harus terminate. Jalannya algoritma harus ada kriteria berhenti. Pertanyaannya adalah apakah bila jumlah instruksinya berhingga maka pasti terminate?
  • Output yang dihasilkan tepat. Jika langkah-langkah algoritmanya logis dan diikuti dengan seksama maka dihasilkan output yang diinginkan.
Sedangkan kriteria Algoritma menurut Donald E. Knuth adalah :
  1. Input: algoritma dapat memiliki nol atau lebih inputan dari luar.
  2. Output: algoritma harus memiliki minimal satu buah output keluaran.
  3. Definiteness (pasti): algoritma memiliki instruksi-instruksi yang jelas dan tidak ambigu.
  4. Finiteness (ada batas): algoritma harus memiliki titik berhenti (stopping role).
  5. Effectiveness (tepat dan efisien): algoritma sebisa mungkin harus dapat dilaksanakan dan efektif. Contoh instruksi yang tidak efektif adalah: A = A + 0 atau A = A * 1
Namun ada beberapa program yang memang dirancang untuk unterminatable : contoh Sistem Operasi.
8.  Penyajian Algoritma
Penyajian algoritma secara garis besar bisa dalam 2 bentuk penyajian yaitu tulisan dan gambar. Algoritma yang disajikan dengan tulisan yaitu dengan struktur bahasa tertentu (misalnya bahasaIndonesia atau bahasa Inggris) dan pseudocodePseudocode adalah kode yang mirip dengan kode pemrograman yang sebenarnya seperti Pascal, atau C, sehingga lebih tepat digunakan untuk menggambarkan algoritma yang akan dikomunikasikan kepada pemrogram. Sedangkan algoritma disajikan dengan gambar, misalnya dengan flowchart. Secara umum, pseudocode mengekspresikan ide-ide secara informal dalam proses penyusunan algoritma. Salah satu cara untuk menghasilkan kode pseudo adalah dengan meregangkan aturan-aturan bahasa formal yang dengannya versi akhir dari algoritma akan diekspresikan. Pendekatan ini umumnya digunakan ketika bahasa pemrograman yang akan digunakan telah diketahui sejak awal.

Flowchart merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta pernyataannya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan antara proses digambarkan dengan garis penghubung. Dengan menggunakan flowchart akan memudahkan kita untuk melakukan pengecekan bagian-bagian yang terlupakan dalam analisis masalah. Di
samping itu flowchart juga berguna sebagai fasilitas untuk berkomunikasi antara pemrogram yang bekerja dalam tim suatu proyek.
Ada dua macam flowchart yang menggambarkan proses dengan komputer, yaitu :
  • Flowchart sistem yaitu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan prosedur dan proses suatu file dalam suatu media menjadi file di dalam media lain, dalam suatu sistem pengolahan data. Beberapa contoh Flowchart sistem:
  • Flowchart program yaitu bagan dengan simbol-simbol tertentu yang menggambarkan urutan proses dan hubungan antar proses secara mendetail di dalam suatu program.

Kaidah-Kaidah Umum Pembuatan Flowchart Program
Dalam pembuatan flowchart Program tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak. Karenaflowchart merupakan gambaran hasil pemikiran dalam menganalisis suatu masalah dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu pemrogram dengan yang lainnya. Namun secara garis besar setiap pengolahan selalu terdiri atas 3 bagian utama, yaitu :
  1. Input,
  2. Proses pengolahan dan
  3. Output
Untuk pengolahan data dengan komputer, urutan dasar pemecahan suatu masalah:
  1. START, berisi pernyataan untuk persiapan peralatan yang diperlukan sebelum menangani pemecahan persoalan.
  2. READ, berisi pernyataan kegiatan untuk membaca data dari suatu peralatan input.
  3. PROSES, berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan persoalan sesuai dengan data yang dibaca.
  4. WRITE, berisi pernyataan untuk merekam hasil kegiatan ke peralatan output.
  5. END, mengakhiri kegiatan pengolahan.
Walaupun tidak ada kaidah-kaidah yang baku dalam penyusunan flowchart, namun ada beberapa anjuran :
  1. Hindari pengulangan proses yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat.
  2. Jalannya proses digambarkan dari atas ke bawah dan diberikan tanda panah untuk memperjelas.
  3. Sebuah flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan END.
Berikut merupakan beberapa contoh simbol flowchart yang disepakati oleh dunia pemrograman :
Untuk memahami lebih dalam mengenai flowchart ini, akan diambil sebuah kasus sederhana.

Kasus : Buatlah sebuah rancangan program dengan menggunakan flowchart, mencari luas persegi panjang.

 
Solusi : Perumusan untuk mencari luas persegi panjang adalah :
p . l
di mana, adalah Luas persegi panjang, adalah panjang persegi, dan l adalah lebar persegi.
Keterangan :
  1. Simbol pertama menunjukkan dimulainya sebuah program.
  2. Simbol kedua menunjukkan bahwa input data dari p dan l.
  3. Data dari p dan l akan diproses pada simbol ketiga dengan menggunakan perumusan L p. l.
  4. Simbol keempat menunjukkan hasil output dari proses dari simbol ketiga.
  5. Simbol kelima atau terakhir menunjukkan berakhirnya program dengan tanda End.
9.  Struktur Dasar Algoritma
Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Langkah-langkah tersebut dapat berupa runtunan aksi (sequence), pemilihan aksi (selection), pengulangan aksi (iteration) atau kombinasi dari ketiganya. Jadi struktur dasar pembangunan algoritma ada tiga, yaitu:
  1. Struktur Runtunan
  2. Digunakan untuk program yang pernyataannya sequential atau urutan.
  3. Struktur Pemilihan
  4. Digunakan untuk program yang menggunakan pemilihan atau penyeleksian kondisi.
  5. Struktur Perulangan
  6. Digunakan untuk program yang pernyataannya akan dieksekusi berulang-ulang.

Dalam Algoritma, tidak dipakai simbol-simbol / sintaks dari suatu bahasa pemrograman tertentu, melainkan bersifat umum dan tidak tergantung pada suatu bahasa pemrograman apapun juga. Notasi-notasi algoritma dapat digunakan untuk seluruh bahasa pemrograman manapun.
Definisi Pseudo-code
Kode atau tanda yang menyerupai (pseudo) atau merupakan penjelasan cara menyelesaikan suatu masalah. Pseudo-code sering digunakan oleh manusia untuk menuliskan algoritma.
Contoh kasus : mencari bilangan terbesar dari dua bilangan yang diinputkan
Solusi Pseudo-code :
  1. Masukkan bilangan pertama
  2. Masukkan bilangan kedua
  3. Jika bilangan pertama > bilangan kedua maka kerjakan langkah 4, jika tidak, kerjakan langkah 5.
  4. Tampilkan bilangan pertama
  5. Tampilkan bilangan kedua
Solusi Algoritma :
  1. Masukkan bilangan pertama (a)
  2. Masukkan bilangan kedua (b)
  3. if a > b then kerjakan langkah 4
  4. print a
  5. print b
Contoh Lain Algortima dan Pseudo-code :
10.  Tahapan dalam Pemrograman
Langkah-langkah yang dilakukan dalam menyelesaikan masalah dalam pemrograman dengan komputer adalah :
  • Definisikan Masalah
  • Buat Algoritma dan Struktur Cara Penyelesaian
  • Menulis Program
  • Mencari Kesalahan
  • Uji dan Verifikasi Program
  • Dokumentasi Program
  • Pemeliharaan Program